“Kerja keras kalau kamu mau rock n roll….”
(ROCK N ROLL by
SLANK, ALBUM THE BIG HIP)
Potongan lirik dari salah satu lagu
SLANK tersebut terasa cocok untuk menggambarkan pencapaian yang diraihnya. Dimana usia
band rock terbesar di Indonesia ini mendekati
28 tahun. Sebuah kado yang pastinya terlalu manis untuk dilupakan oleh
Bimbim, Kaka, Abdee, Ridho dan
Ivan adalah ketika mereka dijadwalkan sepanggung dengan
Whitesnake kurang dari sebulan sebelum
SLANK merayakan ulang tahunnya di bulan Desember nanti.
1 November 2011 nanti musik rock n’ roll
SLANK akan mengguncang
Fort Canning Park, Singapura. Band dengan basis massa fanatik yang tersebar hingga di luar Indonesia ini menjadi satu-satunya band pembuka
Whitesnake.
Tentunya
LAMC Production, pihak penyelenggara yang berbasis di Singapura sudah memperhitungkan dengan cermat akan hal ini. Mereka mempertemukan
SLANK dengan
Whitesnake, salah satu dedengkot heavy metal.
Bagi
SLANK, ini bukan kali pertama mereka tampil di luar negeri. Sebelumnya,
SLANK telah menjelajah lintas benua ke berbagai negara di Asia, Eropa dan Amerika. Sedangkan catatan konser di dalam negeri tidak perlu dipertanyakan lagi. Karena mulai dari kota-kota besar hingga kota terpencil, dimana perjalanan tur harus disambung dengan bus atau perahu motor seperti di pedalaman Kalimantan, sudah mereka datangi untuk bertemu dengan Slankers yang ada di pelosok.
Sebagai
band rock terbesar di Indonesia, SLANK juga sangat produktif. Setiap tahun selalu ada album yang dirilis. Beberapa album di rilis di lingkup internasional. Seperti album
“Anthem for the Broken Hearted” yang
rilis di
USA tahun 2008 lalu dengan lirik lagu
berbahasa Inggris. Begitu juga album
“The Big Hip” yang juga
rilis di Jepang. Dalam album ini
SLANK berkolaborasi dengan
musisi dari Jepang menghasilkan lagu-lagu dalam
bahasa Inggris, Indonesia dan
Jepang.
Album
SLANK yang
laku terjual jutaan copy selalu mengusung semangat
PLUR (Peace, Love, Unity, Respect). Lagu-lagu mereka hadir dalam balutan rock n’ roll dan blues. Meski pun begitu
SLANK juga piawai memainkan lagu dalam aransemen reggae, pop dan sentuhan dangdut yang tetap dengan ciri khas musik
SLANK.
Bagai sebuah mimpi yang menjadi kenyataan. Begitulah yang diungkapkan
SLANK tentang konser di
Singapura ini bersama
Whitesnake. Negara kota ini memang selalu mendatangkan band kelas dunia untuk bermain di sini. Tentunya didukung dengan stage, sound system dan lighting yang spektakuler sehingga konser
SLANK dan
Whitesnake nanti akan menjadi pertunjukkan yang megah.
Whitesnake sendiri baru saja
merilis album kesebelas yang bertajuk
“Forevermore” pada
Maret 2011 lalu. Butuh waktu tiga tahun untuk menantikan album ini setelah “Good to Be Bad” rilis April 2008 silam.
Meski gonta-ganti formasi, musik mereka yang memadukan blues dan soul dengan akar rock yang kuat, masih sanggup memekakkan telinga. Hal ini menasbihkan
Whitesnake sebagai salah satu raja hard rock dunia.
Formasi terbaru
Whitesnake saat ini pada vokal masih dipegang
David Coverdale dengan ciri khas lengkingannya.
BriianTichy (drum),
Michael Devin (bass) serta duo gitaris
Reb Beach dan
Doug Aldrich.
David Coverdale, vokalis berkarisma, membentuk
Whitesnake pada tahun
1978 di
North Yorkshire, Inggris. Sebelumnya ia memperkuat
Depp Purple. Lagu
“Soldier of Fortune”, salah satu masterpiece Depp Purple menjulang lewat vokal
Coverdale.
Di awal berdirinya,
Coverdale menggamit
Bernie Marsden, Micky Moody, Neil Murray, David “Duck” Dowie (drum) dan
Brian Johnston (keyboard). Pada perjalanannya, banyak musisi terkenal yang pernah bermain untuk band ini. Diantaranya
Adrian Vandenberg dan
Steve Vai pernah mengisi posisi gitaris. Untuk formasi terbaik
Whitesnake, banyak yang memilih formasi
David Coverdale, Rudy Sarzo, Tommy Aldridge, Adrian Vandenberg dan
Steve Vai.
Sebelum sukses secara komersial dengan heavy metal, band ini sempat menuai kritik karena dianggap masih terpengaruh oleh Deep Purple. Beberapa rekan Coverdale di Deep Purple juga sempat bergabung bersamanya di
Whitesnake.
Sedikit kilas balik.
David Coverdale pernah berkunjung ke
Jakarta Desember
1975. Ketika itu ia masih memperkuat Deep Purple yang menggelar konser di stadion utama Senayan. Selain David Coverdale, formasi Deep Purple saat itu di dukung juga oleh Glen Hughes (bass), Ian Paice (drum), Tommy Bolin (gitar) dan Jon Lord (keyboards). Sebagai band pembuka saat itu dipilih God Bless. Kini, 36 tahun setelah konser tersebut,
David Coverdale bersama band-nya,
Whitesnake, akan sepanggung kembali dengan
band asal Indonesia, SLANK. Negeri Singa menjadi sejarah dimana “Ular Putih’ dan “Kupu-kupu” bertemu dalam balutan musik rock.
Satu hal unik yang menjadi kesamaan antara
SLANK dan
Whitesnake, yaitu kedua band ini hanya
menyisakan satu personel sejak kali pertama band mereka terbentuk.
David Coverdale di
Whitesnake dan
Bimbim di
SLANK. Kedua band ini juga baru sekarang menggelar konser di Singapura.
More info:
SLANK RECORDS
Jl. Potlot III No. 14 Duren Tiga, Jakarta Selatan 12760.
http://vimeo.com/4988518
Telp (021) 7919 6819, fax (021) 7919 3437.
www.slank.com
www.facebook.slank.com
SLANK International Event :
- SLANK Charity Concert For Maluku Conflict, Tokyo & Nagoya, Japan, 11-13 Februari 2000
- Shout Asia, Seoul, South Korea, 28 Juni 2003
- SLANK Charity Concert, Osaka & Nagoya, Japan, 14-15 Agustus 2004
- MTV Asia Aid, Bangkok, Thaliand, 10 Februari 2005
- Echo Asia Music Concert, Gwangju, South Korea, 7 Oktober 2005
- SLANK Winter Tour, Charity For Sumatera, Nagano, Japan 2 Januari 2006
- Album Launch, SLANK Since 1983, Malaysia, 20 Februari 2006
- SLANK America Tour 2006, LA, San Francisco, DC, New York, USA 4 -14 September 2006
- Celebrate Concert Feat SLANK, Kuala Lumpur, Malaysia, 5 Januari 2007
- Participant on Independent Day of Timor Leste, 17 Mei 2008
- SLANK – The Big Hip Album Promo Tour, Nagoya,Tokyo, Japan, 3-7 Mei 2008
- Europe Tour (Belanda, Inggris, Jerman, 21 – 31 Mei 2008)
- Anthem for the Broken Hearted U.S Tour, 22 Oktober – 22 November 2008
- Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, 9 Mei 2010
- Le Meridien, Dubai, 9-13 Juni 2010
- Indonesian Worker Appreciation in Concert 2011, Incheon, South Korea, 4-7 Februari 2011